Banyak orang sering kali tidak menyadari ciri-ciri gangguan mental karena menganggapnya sebagai perubahan emosi, pikiran, dan perilaku yang normal. Padahal, jika kondisi ini berlarut-larut hingga mengganggu aktivitas, Anda perlu segera mencari penanganan agar tidak semakin parah.
Ciri-Ciri Gangguan Mental
Ciri-ciri gangguan mental bervariasi pada setiap orang, tergantung pada jenis gangguan dan tingkat keparahannya. Secara umum, penderita gangguan mental akan menunjukkan satu atau beberapa tanda berikut ini:
1. Perubahan suasana hati
Kalau kamu atau orang di sekitarmu akhir-akhir ini sering merasa cemas , mudah marah, sedih, ketakukan yang berlebihan, dan lebih sensitif, ini perlu diwaspadai. Pasalnya, Perubahan mood atau suasana hati ini mungkin bisa jadi salah satu ciri gangguan mental.
2. Penurunan fungsi kognitif
Gangguan mental dapat membuat fungsi kognitif seseorang menurun, seperti sulit berpikir jernih, sulit berkonsentrasi, mudah lupa, serta susah dalam mengambil keputusan. Pada tingkat yang lebih parah, penderita gangguan mental juga bisa mengalami paranoid, delusi atau halusinasi.
3. Manarik diri dari lingkungan sosial
Penderita gangguan mental tertentu, seperti depresi, gangguan bipolar, PTSD, gangguan cemas, dan gangguan psikotik seperti skizofrenia, biasanya akan sering menarik diri dari lingkungan sosial.
4. Kurang Percaya diri atau kerap merasa rendah diri
Rendahnya rasa percaya diri sebetulnya tidak selalu menandakan bahwa seseorang mengalami gangguan mental. Ini mungkin bisa saja karena sifat pemalu yang normal dimiliki.
Namun, jika perasaan rendah diri kerap mendorong seseorang menyalahkan, membenci, atau menyakiti diri sendiri hingga memicu keinginan bunuh diri, Anda harus mewaspadai kondisi ini sebagai tanda gangguan mental.
Kapan Harus ke Dokter
Segera konsultasikan dengan dokter spesialis kesehatan jiwa atau yang umumnya di sebut Psikiater bila Anda mengalami gejala di atas, terutama jika beberapa gejala tersebut muncul seecara bersamaan dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Diagnosis Gangguan Mental
Untuk menentukan jenis gangguan mental pasien, psikiater memeriksa kondisi kejiwaan dengan mewawancarai pasien atau keluarganya. Ia menyesuaikan pertanyaan berdasarkan kondisi pasien. Namun, secara umum psikiater biasanya menanyakan beberapa hal berikut.
- Catatan gejala yang dialami, termasuk sejak kapan gejala muncul dan bagaimana dampaknya terhadap aktivitas sehari-hari.
- Riwayat penyakit mental pada pasien dan keluarganya
- Peristiwa yang dialami pasien di masa lalu yang memicu trauma
- Obat-obatan dan suplemen yang pernah atau sedang dikonsumsi
Baca juga : https://jurnalbaswara.com/dampak-media-sosial-bagi-kesehatan-dan-mental-gen-z/
Sebelum Terjadi Gangguan Mental, apa Tips Pencegahan Gangguan Mental
Anda dapat melakukan beberapa langkah untuk mengurangi risiko gangguan mental, yaitu:
1. Keaktifan dalam pergaulan dan aktivitas positif mendorong pemulihan yang lebih cepat.
2. Berbagi dengan teman dan keluarga saat menghadapi masalah
3. Berolahraga rutin, makan teratur, dan mengelola stres dengan baik
4. Menetapkan jadwal tidur dan bangun tidak yang teratur setiap harinya
5. Mengikuti latihan untuk menenangkan pikiran atau relaksasi, bisa dengan yoga atau meditasi
6. Membatasi konsumsi minuman beralkohol dan minuman berkafein
